sekedar klangenan menulis

Memang nggak bermaksud serius. Renggangkan otot, biar bicara enak, kalau bisa mudah didengar dan ada yang mendengar. Seperti balsen, mudah-mudahan bisa sedikit meringankan penyakit ringan, mulai pening, masuk angin, atau ngantuk.

Tuesday, May 23, 2006

Tanpa Batas

Dua kata yang sering digunakan sebagai simbol kreatifitas, ilmu pengetahuan, bahkan sampai kesembongan dan mungkin kekuasaan. Batas dianggap sebagai penghalang, meski kalau ditambah dengan kata kota, berarti itu merupakan daerah akhir wilayah sebuah kota, termasuk juga negara. Sebuah pertanda bawah di situlah akhir dari "kekuasaaa" sebuah kota atau negara.

Saat ini, dunia memang sudah seperti tanpa batas. Kebutuhan manusia yang terus meningkat itulah yang membuat dunia seperti masa lalu, yang sepertinya tanpa batas, meski di setiap negara ada penguasanya. Negara, tampaknya hanya mengatur administrasi saja, sementara kebutuhan lain sudah tidak mengenal batas. Tidak terbatasnya dunia itu, diikuti dengan perkembangan dunia usaha atau korporasi yang memang memiliki "kekuasaan" melebihi negara itu sendiri.

Perusahaan-perusahaan multinasional besar dunia, seperti menjelma menjadi sebuah negara sendiri, yang memiliki kekuasaan melebihi negara dengan kemampuan akses tanpa batas dan menembus ke seluruh dunia. Mereka bahkan memiliki kontrol terutama dari sisi ekonomi, lebih dari negara.

Bahkan sejak lima tahun lalu, menurut Kompas edisi 20 Mei 2006, 51 dari 100 kekuatan ekonomi terbesar dunia sudah bukan lagi ada di tangan negara atau, tetapi perusahaan! Bisa dibayangkan, pendapatan WalMart, jaringan perusahaan ritel terbesar di AS, pada tahun 2001 sudah melampaui produk domestik bruto (PDB) Indonesia sebagai negara. Indonesia yang berpendudukan lebih 230 juta kalah dengan perusahaan eceran terbesar di Amerika Serikat!

Bahkan, perusahaan minyak asal Belanda yang dulunya menemukan sumur minyak pertama kali di Indonesia sekitar tahun 1800-an, Royal Dutch Shell melampaui PDB Venezuela, salah satu anggota Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) yang memiliki cadagangan minyak terbesar kelima dunia.

Pendapatan perusahaan mobil nomor satu dunia dari AS, General Motor, kira-kira sama dengan kombinasi PDB tiga negara: Selandia Baru, Irlandia, dan Hongaria. General Electric, salah satu perusahaan multinasional terbesar dunia, menguasai aset 647,483 miliar dollar AS atau hampir tiga kali lipat PDB Indonesia!

Begitu besar kekuatan uang dan pengaruh yang dimiliki korporasi-korporasi ini sehingga mampu mengendalikan pengambilan keputusan di tingkat pemerintahan dan menentukan arah pergerakan perdagangan dan perekonomian global.

Dan mereka memang memasuki dunia tanpa batas. Dan seiring pertumbuhan ekonomi di Asia, terutama China, perusahaan yang memiliki pengaruh pada dunia juga terus tumbuh di negeri itu.

Dalam daftar 100 multinasional nonfinansial terbesar dunia (dari sisi aset) versi World Investment Report 2005, ada nama seperti Hutchison Whampoa Limited (urutan 16) dari Hongkong, Singtel Ltd (66) dari Singapura, Petronas (72) dari Malaysia, dan Samsung (99) dari Korea Selatan.

Sementara dalam daftar 50 TNCs finansial terbesar dunia, ada tiga wakil dari China, yakni Industrial & Commercial Bank of China (urutan 23), Bank of China (34), dan China Construction Bank (39).

Indonesia? Sepertinya masih jauh, bahkan produk kita secara keseluruhan juga masih kalah.

0 Comments:

Post a Comment

<< Home