Tebak-Tebakan
Semua perempuan menjadi seperti ibu masing-masing. Itu kemalangan mereka. Laki-laki tidak demikian. Tapi itu pun kemalangan mereka. Oscar Wilde.
Kemalangan, dari satu sisi memang menjadi keuntungan orang lain. Atau sebaliknya. Tapi, kita tidak seharusnya menerima begitu saja kemalangan itu. Ada proses dimana kita bisa memodifikasinya, kita bisa mengubahnya. Karena itu kita dibekali pikiran oleh Tuhan, tidak perduli jenis kelamin kita.
Sejak manusia ada hingga kini, perdebatan bahwa wanita-wanita masih ering terbelenggu oleh "kewanitaanya" itu. Dalam kehidupan sehari-hari, kata-kata dia kan wanita, gak mungkin dong pergi sendiri, kerja sampai malam, atau apa lagi kata-kata yang intinya membelnggunya. Tidak beda dengan wanita, laki-laki juga masih terbelenggu oleh kelaki-lakiannya. Secara sadar sebagian besar laki-laki masih memandang wanita sebagi wanita yang "beda" dengan laki-laki. Masing-masing secara sadar masih membeda-bedakannya. Apakah
Tapi benarkah itu yang ideal? Saya sendiri juga tidak tau, Tuhan memang menciptakan mahluk di bumi berpasang-pasangan. Ada siag ada malam, termasuk laki-laki dan perempuan. Itu semua rahasia Tuhan, tinggal bagaimana kita mencarinya. Manusia telah dibekali akan untuk mencari jawaban itu.
Apakah pasangan itu memang hanya untuk urusan reproduksi? Untuk melanggengkan ciptan-Nya di bumi? Tuhan selalu punya jawaban, dan tinggal bagimana kita mencari jawaban itu.
Dimanakah jawaban itu? cari taulah sendiri, mungkin begitu kata Tuhan saat menyuruh Muhammad, Sang Nabi, untuk iqra', "bacalah", lalu "bacalah atas nama Tuhamu". Cari taulah, sampai kau menemukannya, tapi jangan pernah melupakan Tuhan-Mu.
Jangan pernah bertingkah konyol, seperti kata William Shakespeare, ketika masalah itu timbul yang sebagian besar karen aulah kita sendiri dengan mempersalahkan, ...matahari, kepada bulan, kepada bintang-bintang: seoalh-olah kita kroban takdir, buah permainan kekuatan surgawi...sasaran kutukan sang penyihir agung, yang menjatuhkan tulah lewat pergerakan bintang....
Kemalangan, dari satu sisi memang menjadi keuntungan orang lain. Atau sebaliknya. Tapi, kita tidak seharusnya menerima begitu saja kemalangan itu. Ada proses dimana kita bisa memodifikasinya, kita bisa mengubahnya. Karena itu kita dibekali pikiran oleh Tuhan, tidak perduli jenis kelamin kita.
Sejak manusia ada hingga kini, perdebatan bahwa wanita-wanita masih ering terbelenggu oleh "kewanitaanya" itu. Dalam kehidupan sehari-hari, kata-kata dia kan wanita, gak mungkin dong pergi sendiri, kerja sampai malam, atau apa lagi kata-kata yang intinya membelnggunya. Tidak beda dengan wanita, laki-laki juga masih terbelenggu oleh kelaki-lakiannya. Secara sadar sebagian besar laki-laki masih memandang wanita sebagi wanita yang "beda" dengan laki-laki. Masing-masing secara sadar masih membeda-bedakannya. Apakah
Tapi benarkah itu yang ideal? Saya sendiri juga tidak tau, Tuhan memang menciptakan mahluk di bumi berpasang-pasangan. Ada siag ada malam, termasuk laki-laki dan perempuan. Itu semua rahasia Tuhan, tinggal bagaimana kita mencarinya. Manusia telah dibekali akan untuk mencari jawaban itu.
Apakah pasangan itu memang hanya untuk urusan reproduksi? Untuk melanggengkan ciptan-Nya di bumi? Tuhan selalu punya jawaban, dan tinggal bagimana kita mencari jawaban itu.
Dimanakah jawaban itu? cari taulah sendiri, mungkin begitu kata Tuhan saat menyuruh Muhammad, Sang Nabi, untuk iqra', "bacalah", lalu "bacalah atas nama Tuhamu". Cari taulah, sampai kau menemukannya, tapi jangan pernah melupakan Tuhan-Mu.
Jangan pernah bertingkah konyol, seperti kata William Shakespeare, ketika masalah itu timbul yang sebagian besar karen aulah kita sendiri dengan mempersalahkan, ...matahari, kepada bulan, kepada bintang-bintang: seoalh-olah kita kroban takdir, buah permainan kekuatan surgawi...sasaran kutukan sang penyihir agung, yang menjatuhkan tulah lewat pergerakan bintang....

0 Comments:
Post a Comment
<< Home