sekedar klangenan menulis

Memang nggak bermaksud serius. Renggangkan otot, biar bicara enak, kalau bisa mudah didengar dan ada yang mendengar. Seperti balsen, mudah-mudahan bisa sedikit meringankan penyakit ringan, mulai pening, masuk angin, atau ngantuk.

Friday, May 19, 2006

Kala Itu

Wanita itu memang menyenangkan, membangkitkan hidupnya yang sudah paruh baya, semangatnya kembali bersinar, setelah 2 tahun ditinggal mati istrinya. Kini dia bahkan merasa seperti terlahir kembali, dan wanita itu seperti membukakan kegairahan hidup yang sama sekali tidak dia peroleh dalam 15 tahun kehidupan rumahtangganya bersama istri yang akhirnya meninggalkannya duluan untuk selama-lamanya.

Namun, sebuah sejarah kelam wanita itu ternyata mengusik laki-laki paruh baya itu, tidak peduli saat pertama kali mereka kenal sudah sepakat tidak mengungkitnya. Mereka sepakat menikmati apa yang dirasakan saat ini, menikmati kebahagiaan bersama itu. Tapi, laki-laki paruh baya itu tidak tahan untuk mengusiknya.

Diam-diam dia mengusik kisah masa lalu wanita itu, semakin banyak yang dia tau, semakin dia menjadi mengutuk diri, bahkan sampai pada sebuah rahasia yang ternyata melibatkan wanita itu dan teman karib laki-laki itu yang selam aini jadi teman curhatnya. Lalu, sebuah episode tragis mengakhiri tiga orang itu.

Itulah sepanggal kisah Before She Meets Me tentang sebuah kegairahan cinta yang sudah meredup, pengalamana baru, pengutukan masa lalu, diakhiri lewat sebuah ending sangat tragis di antara para tokohnya.

Masa lalu memang susah sekali dipisahkan dengan aktulisasi masa kini. Freud lewat teori psikoanalisanya, melihat perkembangan seseorang sangat dipengaruhi masa lalunya. Para orang tua kita juga sering mengaitkan diri kita dengan masa lalunya, mulai dari kata-kata dia anak siapa. Lalu siapa yang mendidik kita, dan masih ribuan kata yang mengaitkan itu dengan masa lalu.

Mungkin, kita bisa sedikit mengingat kata-kata ilmuan penganut teori evolusi, Charles Darwin, "manusia dengan segala sifat mulia yang dimilikinya masih menyimpan unsur-unsur primitif dalam tubuhnya yang diwarisi dari leluhurnya yang sederhana."

Thanks to Anthony Giddens

0 Comments:

Post a Comment

<< Home