sekedar klangenan menulis

Memang nggak bermaksud serius. Renggangkan otot, biar bicara enak, kalau bisa mudah didengar dan ada yang mendengar. Seperti balsen, mudah-mudahan bisa sedikit meringankan penyakit ringan, mulai pening, masuk angin, atau ngantuk.

Tuesday, May 16, 2006

Manusia

Mahluk sempurna yang tidak pernah merasa sempurna dalam hidupnya. Selalu kurang dan kurang, seperti inilah yang dirasakan oleh sebagain besar manusia. Betul engga? Tidak tau pasti, yang pasti menuurut teori rising demand yang pernah diungkapkan oleh Abraham Maslow, ketidakpuasan itu memang tidak sepenuhnya salah. Kebutuhan kita selalu naik, yang artinya tidak pernah merasa sempurna, tidak akan merasa puas.

Saat impian itu sudah kita rengkuh, impian lain masih menunggu, begitu seterusnya. Tidak pernah ada keinginan yang selesai, semuanya tidak pernah selesai. Manusia, bakal selalu mengejar kesempuarnaan itu, meski Tuhan sudah menakdirkan bahwa manusia ada mahluk paling sempur yang pernah Dia ciptakan.

Mungkin, Tuhan tidak "menyelesaikan" secara penuh "proyek" pembuatan mahluk bernama manusia ini. Manusia dibiarkan mencari sendiri jalan kesempurnaan itu. Beberapa manusia terpilih juga telah diciptakan oleh Tuhan untuk membimbing manusia itu sendiri. Namun, tidak jarang petunjukkan Tuhan langsung lewat manusia "terpilih" itu bisa sampai ke tangan manusia "biasa".

Penentangan, ketidakpuasan, bahkan keputus-asaan, kerap menjadi teman oleh manusia yang mencari kesempurnaan itu. Bahkan dalam upaya mencari kesempurnaan itu, tidak jarang manusia itu saling menghabisi, saling menipu, saling membunuh, untuk mencapai sebuah kesempurnaan.

Kalau sudah seperti ini, benarkan manusia itu menjadi mahluk paling pantas menjadi pemimpin di bumi ini? Tuhan memang sudah mentakdirkan seperti itu.

0 Comments:

Post a Comment

<< Home