sekedar klangenan menulis

Memang nggak bermaksud serius. Renggangkan otot, biar bicara enak, kalau bisa mudah didengar dan ada yang mendengar. Seperti balsen, mudah-mudahan bisa sedikit meringankan penyakit ringan, mulai pening, masuk angin, atau ngantuk.

Tuesday, May 30, 2006

Gempa

Sekitar pukul 8 pagi, Sabtu 27 Mei 2006, saat menikmati liburan di Bandung, sebuah pesan singkat alias SMS lewat ponsel dari teman mengabarkan terjadinya sebuah gempa di Yogyakarta dan sekitarnya, pagi hari sekitar pukul 05.50 pagi. Awalnya saat mendapat berita itu, dalam benak hanya berfikir kalau itu sekedar gempa biasa, dan mengira-ngira hanya ringan saja. Namun saat teman bilang banyak rumah yang rata dengan tanah, dan mempersilahkan untuk menonton televisi, kengerian langsung menyeruak dalam benak. Gempa yang dalam hitungan skala richter seharusnya "tidak" terlalu besar, 5,9 skala richter tetapi akibat yang ditimbulkan sangat dahsyat. Ribuan rumah rata dengan tanah, dan ribuan nyawa menghilang. Sebuah bencana alam besar kembali menimpa Indonesia yang belum sembuh benar dari hantaman tsunami di Aceh 26 Desember 2004 silam.

Beberapa teman lain di Yogyakarta mengabarkan, gempa susulan benar-benar membuat warga ketakutan. Bahkan teman itu bersama anaknya yang masih 3 tahun, harus rela terkena dinginnya angin malam saat ikut mengungsi di tanah lapang. Yah, selama dua malam, mereka tidak berani tidur di dalam rumah, dan terpaksa tidur di tanah-tanah lapang sambil menggelar alas seadanya, atau ada yang beruntung bisa memperoleh tenda seadanya. Mereka tidak bisa menikmati penerangan, karena listrik juga mati serta banyak saluran telepon yang juga masih terputus.

Gempa, sebuah kejadian alam yang sebenarnya bisa diramalkan oleh ilmu pengetahuan, memang tidak bakal begitu besar akibat kerusakan yang ditimbulkan. Selama lebih sebulan, Yogyakarta masih disibukkan oleh kemungkinan bencana meletusnya gunung merapi. Banyak penduduk yang sudah mengungsi, dan pemerintah juga sudah mengantisipasi dengan memberikan informasi agar penduduk mau mengungsi. Namun, di saat ancaman Merapi itu sedikit mereda, sebauh gempa yang begitu hebat malah menerjang Yogakarta, yang merusakkan hampir 80 persen rumah di Kabupaten Bantul juga di Kabupaten Klaten.

Fenomena alam, memang bisa dibaca dari ilmu pengetahuan, meski ada yang menggunakan daya pikir berbeda dalam menemukan gejala-gejala itu. Ilmuan, ahli bumi juga batu-batuan, mencermati kejadian alam itu punya ramalan tersendiri, dan berbeda dengan "ilmuan" lain yang melihat kemurkaan alam dengan dengan banyak variabel penyebab, seperti pemimpin yang tidak lagi adil, manusia yang semakin rakus merusak alam, dan bisa jadi ini merupakan "hukuman" Tuhan karena manusia semakin menjauh dari Tuhannya. Namun, ini juga merupakan ujian, karena Tuhan tidak akan memberi ujian pada mahluk-Nya bila meka tidak mampu menanggungnya.

Boleh jadi, ini merupakan ujian bagi rakyat Indonesia yang tidak juga mau belajar dari pengalaman. Mungkin, ujian maha dahsyat seperti tsunami di Aceh hingga Gempa di Nias masih belum cukup bagi rakyat, atau barangkali penguasa di negeri ini agar lebih melihat diri sendiri, berintrospeksi, kenapa bencana demi bencana terus terjadi.

Bencana ini, mungkin bisa lebih mempererat rasa kemanusiaan, rasa kecintaan, rasa saling memiliki, rasa sosial, bahkan kita memang tidak hidup sendiri dalam sebuah negara yang bernama Indonesia ini.

2 Comments:

Anonymous Anonymous said...

adalah duka setelah senyum dan tawa,
adalah tangis tanpa kerelaan yang direnggut paksa,
diujung masa ... ada ganjaran untuk hati yang rela bersabar dalam do'a

luka itu akan mengering, hanya dari ketenangan menghadapi ujian

dan lentera hati akan terus terang dibinar mata TUHAN, walau engkau buta dalam malam !

kubiarkan langit menggeleparkan jubahku !

Jun 12, 2006, 2:05:00 PM  
Anonymous Anonymous said...

Meski tinggal di Jogja, tak pernah rasanya mencintai kota itu seperti saat melihat korban dan kerusakan yang diakibatkan oleh gempa 27 Mei 2006. Duka dan cintaku untuk Jogja. Semoga Tuhan masih mencintai kita. Amin!

Nov 7, 2006, 12:11:00 PM  

Post a Comment

<< Home