Jangan-jangan Tuhan Kita Laki-laki?
Judul itu jangan dianggap serius, bahkan ketika saya menulis ini saya percaya bahwa Tuhan itu tidak bisa dipersamakan dengan mahluknya. Tuhan tidak beranak dan tidak diperanakkan. Tuhan tidak berjenis kelamin. Namun, judul ini terusik ketika dalam satu minggu belakangan ini hampir semua media di Indonesia meributkan masalah Poligami.
Bahkan, poligami menjadi kata yang sering muncul dalam enam hari terakhir. Kalau saya menggunakan fitur pencarian di google, saat mengetik kata poligami ternyata menemukan hasil 124.000 entry untuk kata poligami dalam waktu 0,15 detik.
Yah, poligami alias suami yang beristrikan lebih dari satu wanita itu, tiba-tiba menjadi kata yang sangat popular. Dari kantor swasta sampai kantor pemerintahan, dari warung pinggir jalan sampai kafe-kafe di tempat mewah banyak yang membicarakan poligami.Semua itu muncul ketika Dai paling popular saat ini, Aa Gym resmi mengakui telah melakukan poligami dengan mempersunting seorang janda beranak 3 yang oleh media disebut Teh Rini atau ada juga yang menyebut Mbak Rini.
Dan sejak berita itu terdengar, gunjingan, kemarahan, keresahan, dukungan, belaan sampai cibiran seperti menjadi satu tentang langkah yang dilakukan oleh As Gym tersebut. Kalangan petinggi dan DPR pun ikut-ikut ribut, karena presiden dan ibu presiden ternyata banyak menerima SMS seputar poligami ini.
Dalam Islam, poligami hukumnya halal. Seorang teman, mengutip ayat Al Qur'an menyakan, "maka nikahilah olehmu perempuan sebanyak 2, 3, atau 4 tetapi kalau engkau tidak dapat berlaku adil, maka cukuplah 1 saja."
Di sini Tuhan menggelitik kita untuk berpikir, bahwa ayat ini mempunyai arti
negasi, mungkin ini ayat spesial untuk bangsa Arab waktu diturunkannya. Misalnya bila Tuhan waktu itu berfirman, "maka menikahlah dengan cukup 1 orang saja,"
dengan tradisi dan budaya Arab pada waktu itu, bisa saja mereka bakal memilih murtad lagi karena nggak tahan untuk tidak berpoligami.
Tapi, sejauh mana kebenaran tafsir itu, saya tidak tau. Artinya bila Tuhan menyatakan "bila kamu bisa berbuat adil", Tuhan tentu tau bahwa manusia memang bisa berbuat adil, meski Tuhan juga tau bahwa berbuat adil itu sangat berat, bahkan mungkin berat sekali karena banyak sisi yang membuat manusia bakal kesulitan untuk berbuat adil alias seadil-adilnya.
Teman lain punya argumentasi, bahwa poligami itu urusan halal kenapa harus dipersoalkan. Mending mempersoalkan banyak tindakan yang jelas-jelas haram, seperti prostitusi, serta perzinaan yang selama ini sepertinya tidak ada yang mempermasalahkan. Kalau dalam Al Qur'an poligami itu sudah diperbolehkan, kenapa harus diributkan. Yah toh?
Namun, buat yang begitu kesal dengan tindakan poligami itu, apalagi dilakukan oleh Dai yang selama ini terkenal dengan siraman rohani damai, teduh, ihlas bahkan menampakkan pengendalian diri sangat luar biasa itu, yang akhirnya memutuskan untuk berpoligami, yang oleh sebagain besar masyarakat dianggap tidak bisa mengendalikan diri dari nafsu itu, tentu banyak sekali kekesalan, kekecewaan, terutama terjadi pada para jamaahnya. Buktinya, banyak jamaah wanita di pesantren Daarut Tauhid, menitikkan air mata (mungkin haru atau mungkin kesal) ketika Aa Gym memberikan alasan poligami itu. Meski menikah itu ibadah, apakah yang kedua itu menjadi ibadah juga?
"Atau jangan-jangan Tuhan kita laki-laki yah, kenapa kok terlau berpihak pada laki-laki?"
Wallahu A'lam Bisshowab
Bahkan, poligami menjadi kata yang sering muncul dalam enam hari terakhir. Kalau saya menggunakan fitur pencarian di google, saat mengetik kata poligami ternyata menemukan hasil 124.000 entry untuk kata poligami dalam waktu 0,15 detik.
Yah, poligami alias suami yang beristrikan lebih dari satu wanita itu, tiba-tiba menjadi kata yang sangat popular. Dari kantor swasta sampai kantor pemerintahan, dari warung pinggir jalan sampai kafe-kafe di tempat mewah banyak yang membicarakan poligami.Semua itu muncul ketika Dai paling popular saat ini, Aa Gym resmi mengakui telah melakukan poligami dengan mempersunting seorang janda beranak 3 yang oleh media disebut Teh Rini atau ada juga yang menyebut Mbak Rini.
Dan sejak berita itu terdengar, gunjingan, kemarahan, keresahan, dukungan, belaan sampai cibiran seperti menjadi satu tentang langkah yang dilakukan oleh As Gym tersebut. Kalangan petinggi dan DPR pun ikut-ikut ribut, karena presiden dan ibu presiden ternyata banyak menerima SMS seputar poligami ini.
Dalam Islam, poligami hukumnya halal. Seorang teman, mengutip ayat Al Qur'an menyakan, "maka nikahilah olehmu perempuan sebanyak 2, 3, atau 4 tetapi kalau engkau tidak dapat berlaku adil, maka cukuplah 1 saja."
Di sini Tuhan menggelitik kita untuk berpikir, bahwa ayat ini mempunyai arti
negasi, mungkin ini ayat spesial untuk bangsa Arab waktu diturunkannya. Misalnya bila Tuhan waktu itu berfirman, "maka menikahlah dengan cukup 1 orang saja,"
dengan tradisi dan budaya Arab pada waktu itu, bisa saja mereka bakal memilih murtad lagi karena nggak tahan untuk tidak berpoligami.
Tapi, sejauh mana kebenaran tafsir itu, saya tidak tau. Artinya bila Tuhan menyatakan "bila kamu bisa berbuat adil", Tuhan tentu tau bahwa manusia memang bisa berbuat adil, meski Tuhan juga tau bahwa berbuat adil itu sangat berat, bahkan mungkin berat sekali karena banyak sisi yang membuat manusia bakal kesulitan untuk berbuat adil alias seadil-adilnya.
Teman lain punya argumentasi, bahwa poligami itu urusan halal kenapa harus dipersoalkan. Mending mempersoalkan banyak tindakan yang jelas-jelas haram, seperti prostitusi, serta perzinaan yang selama ini sepertinya tidak ada yang mempermasalahkan. Kalau dalam Al Qur'an poligami itu sudah diperbolehkan, kenapa harus diributkan. Yah toh?
Namun, buat yang begitu kesal dengan tindakan poligami itu, apalagi dilakukan oleh Dai yang selama ini terkenal dengan siraman rohani damai, teduh, ihlas bahkan menampakkan pengendalian diri sangat luar biasa itu, yang akhirnya memutuskan untuk berpoligami, yang oleh sebagain besar masyarakat dianggap tidak bisa mengendalikan diri dari nafsu itu, tentu banyak sekali kekesalan, kekecewaan, terutama terjadi pada para jamaahnya. Buktinya, banyak jamaah wanita di pesantren Daarut Tauhid, menitikkan air mata (mungkin haru atau mungkin kesal) ketika Aa Gym memberikan alasan poligami itu. Meski menikah itu ibadah, apakah yang kedua itu menjadi ibadah juga?
"Atau jangan-jangan Tuhan kita laki-laki yah, kenapa kok terlau berpihak pada laki-laki?"
Wallahu A'lam Bisshowab

0 Comments:
Post a Comment
<< Home