Gosip Para Dokter
Namanya juga manusia, meski profesinya dokter yang kerap selalu berfikir rasional, tetap tidak jauh beda dengan manusia biasa, yang suka keluar pernyataan-pernyataan lugu, polos, konyol, layaknya kita semua. Bahkan, dia pun bisa panik saat sakit akibat keterangan dari dokter lain.
Pagi ini, merupakan minggu ke lima pergi ke dokter gigi. Karena lubangnya cukup lebar dan dalam, kata dokter perawatannya harus sampai tidak rasa sakit sama sekali. Mungkin biar kuman-kumannya mati sampai anak cucunya. Saya tidak protes, cukup percaya kata dokter karena dia memang sekolah cukup tinggi, hingga menjadi dokter gigi.
Selama masa perawatan dokter sekali seminggu itu, banyak kata-kata lucu, lugu, bahkan membuat senyum yang keluar dari dokter yang merawat bersama rekan-rekannya. Maklum dalam klinik dokter gigi itu, ada sekitar 6 sampai 7 dojter gigi yang berkumpul. Sebagian besar wanita, dan usianya juga cukup merata dari sekitar awal 30-an sampai mungkin pertengahan 40-an. Topiknya pun macam-macam, ada yang soal gosip artis, urusan sampah di Bandung, sampai urusan membicarakan dokter yang suka bikin sewot karena menueurt mereka selalu membuat panik.
Beberapa dokter gigi itu, yang kebetulan hamil memang ada yang panik layaknya dia bukan dokter saat akan ke dokter kandungan. Bahkan ada yang bercerita sampai nangis-nangis gara-gara dokter kandungannya memberikan keterangan yang "menggawatkan", meski kemudian oleh temannya yang juga dokter gigi di suruh pindah.
Lain lagi sorang dokter gigi yang protes karena diberi vitamin mulu oleh dokter kandungannya. "Bisa-bisa berat badan saya makin nambah kalau diberi vitamin terus," katanya. Sementara yang lain bilang itu masih untung, karena dia malah tidak diberi apa-apa.
Lalu ada lagi yang protes kepada dokter yang memberi keterangan berlawanan saat anaknya sakit. Mereka tidak habis mengerti, soalnya dokter itu sama-sama dokter spesialis anak, bahkan sama-sama menjadi dosen di sebuah universitas paling ternama di negeri ini, tapi keteranganya berubah sama sekali. "Wah kenapa bisa begitu yah? Terus kalau anak saya sakit, paling-paling disuruh minum air putih saja," keluh suara yang lain.
Begitulah para dokter pagi itu yang sibuk membicaran rekan dokternya, maksudnya pada dokter umum yang ternyata memberikan keterangan berbeda-beda. Dan ini membuat para dokter (gigi) ini juga panik, layaknya kita yang tidak punya predikat dokter ...
Ah, dokter juga manusia...kata Serious....
Pagi ini, merupakan minggu ke lima pergi ke dokter gigi. Karena lubangnya cukup lebar dan dalam, kata dokter perawatannya harus sampai tidak rasa sakit sama sekali. Mungkin biar kuman-kumannya mati sampai anak cucunya. Saya tidak protes, cukup percaya kata dokter karena dia memang sekolah cukup tinggi, hingga menjadi dokter gigi.
Selama masa perawatan dokter sekali seminggu itu, banyak kata-kata lucu, lugu, bahkan membuat senyum yang keluar dari dokter yang merawat bersama rekan-rekannya. Maklum dalam klinik dokter gigi itu, ada sekitar 6 sampai 7 dojter gigi yang berkumpul. Sebagian besar wanita, dan usianya juga cukup merata dari sekitar awal 30-an sampai mungkin pertengahan 40-an. Topiknya pun macam-macam, ada yang soal gosip artis, urusan sampah di Bandung, sampai urusan membicarakan dokter yang suka bikin sewot karena menueurt mereka selalu membuat panik.
Beberapa dokter gigi itu, yang kebetulan hamil memang ada yang panik layaknya dia bukan dokter saat akan ke dokter kandungan. Bahkan ada yang bercerita sampai nangis-nangis gara-gara dokter kandungannya memberikan keterangan yang "menggawatkan", meski kemudian oleh temannya yang juga dokter gigi di suruh pindah.
Lain lagi sorang dokter gigi yang protes karena diberi vitamin mulu oleh dokter kandungannya. "Bisa-bisa berat badan saya makin nambah kalau diberi vitamin terus," katanya. Sementara yang lain bilang itu masih untung, karena dia malah tidak diberi apa-apa.
Lalu ada lagi yang protes kepada dokter yang memberi keterangan berlawanan saat anaknya sakit. Mereka tidak habis mengerti, soalnya dokter itu sama-sama dokter spesialis anak, bahkan sama-sama menjadi dosen di sebuah universitas paling ternama di negeri ini, tapi keteranganya berubah sama sekali. "Wah kenapa bisa begitu yah? Terus kalau anak saya sakit, paling-paling disuruh minum air putih saja," keluh suara yang lain.
Begitulah para dokter pagi itu yang sibuk membicaran rekan dokternya, maksudnya pada dokter umum yang ternyata memberikan keterangan berbeda-beda. Dan ini membuat para dokter (gigi) ini juga panik, layaknya kita yang tidak punya predikat dokter ...
Ah, dokter juga manusia...kata Serious....

0 Comments:
Post a Comment
<< Home