Kasih Tulus Itu
Alkisah, wanita pezinah itu begitu terketuk hatinya di siang yang terik itu saat melihat seekor anjing menjulurkan lidahnya dan terlihat nafasnya tersengal-sengal dengan kehausan yang luar biasa. Saat itu, timur tengah memang lagi terik-teriknya, dan anjing liar itu begitu kehausan karena sengatan terik matahari dan tidak bisa menemukan air setetespun. Lalu dengan penuh kasih yang tulus didorong rasa kasian yang mendalam sesama mahluk Allah swt, wanita itu memberikan air untuk anjing yang kehausan. Karena kasihnya itu, Allah swt mengampuni dosa-dosanya, bahkan dosa zinanya. Demikian salah satu riwayat tentang pentingnya mengasihi terhadap sesama, bahkan kepada anjing yang selama ini kita identikkan dengan mahluk yang dipandang najis secara maknawi oleh sebagian masyarakat Islam.
Lalu bagimana kalau kita bisa mengasihi manusia yang kesusahan dengan tulus karena membutuhkan bantuan kita? Apakah dosa-dosa kita bakal diampuni Allah swt. Setiap perbuatan baik yang ihlas kita lakukan karena Allah swt, sudah pasti Allah swt akan memberikan balasan setimpal dengan perbuatan kita. Itu sudah janji Allah, yang disampaikan dalam wahyunya, meski seringkali kita tidak bisa untuk melaksanakannya.
Dalam sebuah kehidupan yang kini sangat diburu waktu, tidak tau kenapa waktu seakan mengejar kita, hingga muncul istilah siapa yang cepat bakal menang. Itu berarti kita berpacu melawan waktu, makanya idiom yang tua dan cukup kita kenal, time is money, bahkan waktu adalah uang, bila kita nilai uang memang kebutuhan kita utama, berarti waktu begitu penting. Akibatnya, ada yang sering kita lupakan dalam kehidupan yang berjalan cepat ini, kita kehilangan waktu untuk mejalin komunikasi dengan orang-orang sekeliling kita. Dunia yang serba macu dengan teknologi komunikasi yang begitu cepat tumbuh dan mencapai tingkatan paling modern malah membuat kita semakin jauh dengan orang-orang dekat kita, lingkungan kita, yah semuanya begitu jauh karena kita sepertinya selalu kehilangan waktu.
Semakin jauh kita dalam kehidupan sosial, semakin kita menjadi terbiaisa hidup sendiri, samakin kita tidak terlatih menjadi fitrah manusia sebagai mahluk sosial. Rasa sosial, rasa kasih, rasa mencintai terhadap sesama semakin lama semakin pudar, hingga akhirnya hilang.
Ah, kasih tulus pezina itu begitu berharga
Lalu bagimana kalau kita bisa mengasihi manusia yang kesusahan dengan tulus karena membutuhkan bantuan kita? Apakah dosa-dosa kita bakal diampuni Allah swt. Setiap perbuatan baik yang ihlas kita lakukan karena Allah swt, sudah pasti Allah swt akan memberikan balasan setimpal dengan perbuatan kita. Itu sudah janji Allah, yang disampaikan dalam wahyunya, meski seringkali kita tidak bisa untuk melaksanakannya.
Dalam sebuah kehidupan yang kini sangat diburu waktu, tidak tau kenapa waktu seakan mengejar kita, hingga muncul istilah siapa yang cepat bakal menang. Itu berarti kita berpacu melawan waktu, makanya idiom yang tua dan cukup kita kenal, time is money, bahkan waktu adalah uang, bila kita nilai uang memang kebutuhan kita utama, berarti waktu begitu penting. Akibatnya, ada yang sering kita lupakan dalam kehidupan yang berjalan cepat ini, kita kehilangan waktu untuk mejalin komunikasi dengan orang-orang sekeliling kita. Dunia yang serba macu dengan teknologi komunikasi yang begitu cepat tumbuh dan mencapai tingkatan paling modern malah membuat kita semakin jauh dengan orang-orang dekat kita, lingkungan kita, yah semuanya begitu jauh karena kita sepertinya selalu kehilangan waktu.
Semakin jauh kita dalam kehidupan sosial, semakin kita menjadi terbiaisa hidup sendiri, samakin kita tidak terlatih menjadi fitrah manusia sebagai mahluk sosial. Rasa sosial, rasa kasih, rasa mencintai terhadap sesama semakin lama semakin pudar, hingga akhirnya hilang.
Ah, kasih tulus pezina itu begitu berharga

0 Comments:
Post a Comment
<< Home