sekedar klangenan menulis

Memang nggak bermaksud serius. Renggangkan otot, biar bicara enak, kalau bisa mudah didengar dan ada yang mendengar. Seperti balsen, mudah-mudahan bisa sedikit meringankan penyakit ringan, mulai pening, masuk angin, atau ngantuk.

Wednesday, June 02, 2004

Koruptor, Males Ah Ngurusin

Koruptor, korupsi dan korup. Kata-kata ini sudah bertahun-tahun dibicarakan, bahkan menjadi bahan untuk kampanye, mulai dari pemilihan lurah sampai pemilihan presiden sering digunakan untuk merai pendukung. Bunyinya pun seragam dan bermasuk sama "Ayo berantas koruptor sampai akar-akarnya!". Kata yang sangat berani dan menggelora, tapi sampai sekarang berapa koruptor yang berhasil diberantas? itu pertanyaan yang jawabnnya bisia lebih panjang lagi.

Koruptor, alias orang yang melakukan korupsi. Korupsi, menueurt kamus besar bahasa Indonesia berarti penyelewengan atau penggelapan uang negara atau perusahaan untuk diri sendiri atau orang lain. Kalao merujuk arti ini, bila para koruptor melakukan penyelwenagn itu untuk organisasi atau perusahaan tapi bukan untuk orang lain, wah bisa bebas dari tuduhan korupsi dong. Jadi yah pantes saja, koruptor nggak bisa ditangkap, emang koruptornya kaga ada. Sontoloyo deh.

Sekarang, waktu tulisan ini dibuat, hari kedua kampanye pemilihan presiden. Dan masing-masing caleon presiden dan calon wakil presiden sudah berlomba bikin visi, misi, dan program yang hebat-hebat. Pokoknya diajmin bisa membuat rakyat Indonesia yang sengsara menjadi bahagia, yang miskin jadi kaya, yang tidak aman jadi aman, yang bego-begi karena tidak sekolah bisa jadi pinter karena sekolah gratis, semuanya serba hebat. Namanya juga lagi jualan, harus cas cis cus yang hebat-hebat biar dipilih.

Belum cukup dengan visi, misi, dan program, masing-masing kandidat juga menampilkan jago-jagonya dalam kabinet mendatang, dengan menampilkan nama-nama kesohor masuk dalam tim kabinet mereka. Semua orang-orang pinter dikumpulin untuk dalam kabinet biar mereka bisa membawa Indonesia, maju sehingga semua visi, misi, dan programnya bisa berjalan sukses.

Namun, tiba-tiba ada berita mengejutkan, ternyata semua calon presiden dan wakil presiden yang sedang berlaga di arena kampanye tersebut kesulitan menjadi Jaksa Agung. Jabatan yang menjadi ujung tombak untuk menyeret koruptor itu ternyata susah sekali ditemukan orangnya, sesulit menemukan koruptornya.

Oh, kalau sudah sulit begini, koruptor memang ogah buat ngurusin. Jadi, seperti lagunya /rif nikmati saja ...

1 Comments:

Anonymous Anonymous said...

This comment has been removed by a blog administrator.

Jun 11, 2004, 7:02:00 PM  

Post a Comment

<< Home