sekedar klangenan menulis

Memang nggak bermaksud serius. Renggangkan otot, biar bicara enak, kalau bisa mudah didengar dan ada yang mendengar. Seperti balsen, mudah-mudahan bisa sedikit meringankan penyakit ringan, mulai pening, masuk angin, atau ngantuk.

Thursday, August 04, 2005

Ada Apa Dengan DPR?

Judul di atas bukan bermaksud menyepelekan kisah film yang meledak beberapa tahun lalu, dengan bintang Dian Sastro dan Nicholas Saputra yang sampai kini menjadi idoal remaja di Indonesia. Beda dengan dua bintang ini yang banyak dipuja, DPR lebih banyak dicibir dari pada dipuja akibat banyak tingkah dari salah satu anggotanya yang tidak mencrminkan sebagai wakil rakyat terhormat.

Sejak awal, mereka dilantik, sebuah "kerusuhan" sudah melanda wakil rakyat yang menempati gedung metereng di komplek senayan itu. Bahkan, sejak lebih sebulan setelah dilantik, para Anggota DPR RI 2004-2009 tidak juga menghasilkan sebuah kebijakan yang menunjukkan kinerjanya sebagai wakil rakyat dengan produk-produk yang bermanfaat buat rakyat Indonesia.

Selama dua minggu pertama setelah dilantik, yang ada saling rebut dan saling berpacu berebut posisi, mulai dari ketua komisi. Bahkan, sempat ada ketua komisi tandingan, sehingga ada komisi yang ketuanya ada dua dengan beda fraksi. Namun, babak memalukan ini akhirnya berhasil diselesaikan, meski sudah keburu tercium oleh masyarakat dan pada mencibirnya.

Dan, yang terbaru adalah soal kenaikan take home pay yang bakal mereka terima dengan jumlah hampir 80 persen. Mereka tidak menyebutkan gaji naik, soalnya gaji tetap seperti dulu tapi tunjangan mengalami kenaikan dengan jumlah mencapai hampir 100 persen.

Misalnya, bila sekarang mereka bisa memperoleh pendapatan keseluruhan yang 22 juta per bulan, bisa membengkak menjadi 39 juta per bulan. Waduh, sementara gaji yang mereka terima 10 juta perbulan, "hanya" naik menjadi 12 juta saja. Jadi, seperti akal-akalan nama saja, padahal sejatinya gaji secara keseluruhan bakal naik. Apakah ini cara untuk tetap memperoleh pendapatan besar, soalnya yang dipotong untuk partau wakil rakyat yang memilih itu hanya dari gajinya?

Nah, yang terakhir soal heboh studi banding ke luar negeri. Yang satu ini, sepertinya "penyakit turunan" yang selalu muncul tiap tahun sejak jaman dulu. Alsan "studi banding" yang hanya berbuah "jalan-jalan" saja itu bahkan seakan sudah menjadi tradisi wakil rakyat sejak jaman orde baru.

Kalau dari niatnya sih bagus, cuma implementasinya kok sepertinya hanya jalan-jalan saja. Pantas saja pas Anggota DPR kita berstudi banding ke Belanda beberapa waktu lalu, banyak disorot. Selain orang yang ditamuin, yakni DPR-nya Belanda lagi reses, jd nggak tau mau ketemu siapa, mereka juga kepergok sedang shoping barang-barang mawah, dipotret sama mahasiswa Indonesia yang belajar di sono. Nah loh, jadi bukan studi banding yah?

Ah, meski DPR kita banyak yang tidak begitu, dan banyak yang pintar serta benar-benar menggunakan kepintarannya itu demi memakmurkan rakyat yang dia wakili, tetapi semua itu seakan hilang begitu saja. Apakah memang kita sudah tidak tidak percaya dengan wakil kita sendiri?

1 Comments:

Anonymous Anonymous said...

tes

Aug 4, 2005, 12:18:00 PM  

Post a Comment

<< Home