sekedar klangenan menulis

Memang nggak bermaksud serius. Renggangkan otot, biar bicara enak, kalau bisa mudah didengar dan ada yang mendengar. Seperti balsen, mudah-mudahan bisa sedikit meringankan penyakit ringan, mulai pening, masuk angin, atau ngantuk.

Thursday, June 01, 2006

Jaman Jebot

Sebuah istilah yang biasa kita dengar dari mulut anak-anak baru gede (ABG) tentang masa silam, masa lalu, atau masa muda bagai yang sudah tua. Kata yang masuk slank ini saya tidak tau persis kapan mulai popular, namun rasanya sejak tahun 1980-an kata-kata ini sudah benyak yang menggunakannya. Mungkin suatu ketika ada yang melakukan penelitian asal muasalnya, atau memang sudah ada yang meneliti tapi saya belum membacanya, jadi yah maaf-maaf saja.

Okelah, tidak udah diperpanjang soal kata jebot, yang mau saya tulis sekarang hanya kata-kata dari anak tetangga yang kebetulan marah-marah sama orang tuanya, gara-gara tidak boleh nonton acara televisi kesayangannya. Sang orang tua punya argumentasi acara titu tidak mendidik, sangat merusak dan bisa menimbulkan perilaku kasar pada sang anak. Namun, kata-kata itu tidak dilontarkan oleh orang tuakepada anaknya. Hanya keluar petuah-petuah yang oleh sang anak masuk ketegori petuah jaman jebot tadi.

Perubahan yang begitu cepat seperti sekarang, memang bisa menyenangkan namun bisa juga memusingkan. Banyak yang telat mengantisipasi perubahan, semakin tertinggal, namun banyak juga yang sudah mengantisipasi, tapi dengan cara yang salah. Dan akhirnya timbulah salahkaprah itu.

Akibatnya, yah sudah bisa kita rasakan, mungkin dalam kehidupan kita sehari-hari. Terkadang, bagi penduduk kota sebesar Jakarta yang menjadi komuter, yakni bekerja dari pagi pulang malam dan tinggal di pinggiran Jakarta, atau mungkn di luar Jakarta, seperti Bekasi, Tangerang, Depok, hingga Bogor pasti merasakan "kerinduan" menikmati kehidupan yang sedikit "santai" tidak seperti diburu waktu, dan ingin menikmti kehidupan seperti di pedesaan yang terkesan "berjalan lambat". Uh senangnya, masih bisa santai bangun pagi, sarapan dulu, sambil makan singkong rebus plus kopi kental, dan sesekali diiringi kicauan burung, plus kebulan asap rokok yang diiringi terbitnya matahari pagi. Hummm...

Ah, apakah jaman itu bisa kembali lagi? Nggak tau lah, saat ini seperti sedang bermimpi kembali ke jaman jebot itu. Hummmmm

0 Comments:

Post a Comment

<< Home